Showing posts with label studyabroad. Show all posts
Showing posts with label studyabroad. Show all posts
Hello, English Learners!

Selamat datang di akun saya. Untuk mengenal saya lebih jauh, silakan kalian klik ABOUT ME.


Di artikel ini saya akan membahas tentang TOEFL. Untuk ke depannya, postingan di akun ini akan membahas seputar pembelajaran Bahasa Inggris. Jadi, kalau kalian tidak mau ketinggalan update-an terbarunya, silakan follow akun ini.

Untuk materi pertama saya akan bahas strategi mengerjakan soal-soal TOEFL Paper Based Test, atau yang mungkin kalian kenal dengan TOEFL ITP. 

Sebelumnya kita perlu mengetahui bahwa dalam Listening Test, terdapat 3 sesi yang terdiri atas 50 soal.
  1. Short Dialogues. Yang pertama adalah percakapan pendek yang biasanya dilakukan oleh 2 speaker. Biasanya satunya laki-laki dan lainnya perempuan. Sesi ini terdiri atas 30 soal pilihan ganda dan merupakan soal-soal yang tergolong mudah. 
  2. Long Conversation. Yang kedua adalah percakapan panjang sekitar 60-90 detik per soalnya. Biasanya terdiri atas 7-9 soal. Setelah percakapan berakhir, kalian akan mendengarkan soalnya disebutkan satu per satu.
  3. Talks. Di sesi ini kalian akan mendengar sebuah monolog yang membahas seputar kehidupan sekolah, kampus, atau mata pelajaran/kuliah. Setelah monolog berakhir, kalian akan mendengarkan soalnya disebutkan satu per satu. Sesi ini biasanya terdiri atas 11 hingga 13 soal.


Secara Umum, terdapat 6 Strategi Mengerjakan Soal-soal Listening Comprehension.
  1. Kenali petunjuk soal-soal TOEFL Listening. Petunjuk dari setiap soal-soal TOEFL itu selalu sama, jadi kalian tidak menghabiskan banyak waktu untuk membaca petunjuk soal secara detail. Sebelum tes, kalian sudah harus mengenali atau terbiasa dengan petunjuk soal, sehingga di hari H kalian tidak perlu lagi membaca petunjuk soalnya.
  2. Dengarkan rekaman yang berisi soal dengan saksama. Kalian harus berkonsentrasi penuh terhadap apa yang pembicara katakan di rekaman soal karena rekaman soal hanya diputar sekali. Tidak ada pengulangan.
  3. Cari tahu di mana pertanyaan yang lebih mudah dan lebih sulit umumnya ditemukan. Di setiap sesi pada Tes Listening, soal-soal umumnya dimulai dari yang paling mudah, hingga yang paling susah.
  4. Kenali kecepatan dan jedah di setiap soal. Kalian hanya punya waktu 12 detik di antara masing-masing pertanyaan, jadi kalian harus telah menjawab soalnya dalam waktu 12 menit serta bersiap untuk mengerjakan soal berikutnya.
  5. Jangan pernah mengosongkan jawaban satupun. Meskipun kalian tidak tahu jawabannya, kalian sebaiknya menjawab semua pertanyaan, karena tidak akan ada pengurangan nilai untuk jawaban yang salah.
  6. Jika kalian punya sisa waktu setelah menjawab satu soal, gunakanlah untuk membaca soal berikutnya dan mengira-ngira jawabannya. 

Itu dia strategi umum mengerjakan soal-soal TOEFL Listening. Semoga bermanfaat. 
Feel free to share to your social media, and leave your comment if any. Thank you.



Auliya Sahril
Halo Guys!
Selamat datang kembali di blog saya yang tidak penting ini.
Setelah sekian lama gak diupdate, akhirnya saya mempunyai kesempatan lagi untuk menulis. Anyway guys, saking lamanya nih tidak menulis, rasanya kemampuan menulisku hilang sekejap kedipan mata. Hahaha. (Sok ngelucu, padahal gak bisa.)

Okay langsung saja ya guys. So, topik hari ini adalah 

"MAKAN INDOMIE DI LONDON." 



Kenapa di London? 
Karena the last time I checked saya masih di sini, menunggu pagi. Alias menunggu kamu yang tak kunjung datang menjemputku untuk kembali ke Tanah Air Indonesia. Joking joking. Serius amat sih. :p

Balik ke topik utama ya. Dulu kan pas masih kuliah di University of Leeds, belanjanya di toko Cina yang namanya Singkee (kalau gak salah). Itu letaknya di Merlion Center, di Pusat Kotanya Leeds. Selain Singkee, ada toko Asian lainnya tapi agak jauh lagi kalau jalan kaki, dan harganya juga kadang gak jauh beda. Palingan beda £0.01-£0.02 untuk Indomie. Jadi untuk menghemat waktu dan tenaga, saya pilih yang dekat saja biar bisa sekalian ke Morissons untuk membeli keperluan rumah tangga. Asik. Hahaha. Padahal cuma beli keperluan dapur. Untuk harganya sendiri di Singkee, Leeds, (dulu sih) £1 dapat 4 bungkus. Belum sempat cek lagi sekarang. 

Nah untuk di London sendiri, belinya di Chinatown (Cek map juga bakal ketemu). Di sana ada beberapa toko Asia yang menjual makanan yang diimport langsung dari negara-negara yang terletak di Benua Asia. Kenapa belinya di sana? Karena variant rasanya lebih lengkap dibandingkan toko-toko lain. Misalnya nih di Sainsbury's, di situ kadang kita bisa menemukan indomie tapi cuma tersedia Mie Kuah biasa. Kemudian dari segi harga juga lebih mahal, terakhir cek harganya £0.45/pcs. Nah, kalau di Chinatown, ada banyak banget variant rasanya, misalnya Indomie Goreng Pedas, Indomie Goreng Rendang, Indomie Goreng Sate, Indomie Soto, dan lain-lain. Makanya kalau saya sendiri lebih suka belanja di Chinatown. Untuk harganya, £0.39/bungkus yang setara Rp. 6800,00. 

Mahal? Kalau di Indonesia sudah dapat 3?
Memang sih kalau kita melihat dari kacamata Indonesia kita, akan terasa mahal. Tetapi kalau sudah pakai kacamata orang sini, akan terasa beda. Kenapa? Soalnya di antara mie-mie lainnya, yang ini sudah termasuk mie yang harganya paling terjangkau. Mie lain tuh bisa sampai Rp. 20.000,-/bungkusnya padahal beratnya sama. Kemudian, karena import dan distributor harus membayar pajak, makanya harganya menjadi lebih mahal. 

Packaging gimana?
Overall sih gak ada bedanya sama yang di Indonesia, hanya saja plastiknya lebih tebal, jadi lebih susah sobek ketimbang yang dibeli langsung dari Indonesia. Selain itu ada deskripsi dalam bahasa Inggris di packagingnya. Misalnya kalau Mie Goreng = Dry Noodles.

Kemasan Indomie Goreng di UK
MSGnya dikurangin gak?
Nah ini saya kurang tahu ya, soalnya gak ngecek kadarnya. Tapi teman-teman yang juga dari Indonesia kadang suka komen gitu "ah msgnya dikurangin nih, kok rasanya gak persis.". Tapi kalau bagi lidahku sendiri sih, rasanya sama enaknya kok dengan yang dijual di Indonesia dan tetap ada logo HALALnya. Jadi aman untuk dikonsumsi bagi warga muslim di Inggris.

Oh iya, bagi yang mau nonton videoku saat membeli Indomie di London Chinatown , bisa klik video di bawah ini ya. Happy Watching dan jangan lupa bantu subscribe ya! 


Cukup sekian dulu ya guys untuk hari ini. Just info, di London sekarang panas membahana 28 derajat celcius. Jadi pengen jalan-jalan dulu mumpung masih sore. Makasih sekali lagi yang sudah baca. If you have any questions or anything, don't hesitate to contact me! Bye.

Best Regards,

Auliya Sahril
London yang sedang cerah. :D
Halohaaa, apa kabar para scholarship hunter? Masih semangat mencari beasiswa? Atau sudah berhasil mendapatkan beasiswa? Selamat bagi yang yang sudah berhasil memperoleh beasiswa khususnya beasiswa dari LPDP. Selamat bergabung dalam keluarga besar LPDP!

Nah, kali ini saya akan membahas tentang tips memilih universitas di Inggris. Beberapa waktu yang lalu ada yang kirim email menanyakan, 

"Kak, di UK kampus yang bagus apa sih?"
"Kak, kalau jurusan (ini) bagusnya kuliah di mana?"
"Kak, cara daftar kampus di UK gimana ya?"
"Kak, bagi tipsnya dong biar Bahasa Inggrisnya bagus?"

Pertanyaan ini sebenarnya simple tapi pusing sendiri juga sih pas menjelaskannya. Makanya saya akhirnya memutuskan untuk membuat tulisan ini biar kalian yang masih bingung memilih kampus di kampus luar khususnya di Inggris bisa sedikit mendapatkan gambaran. 

Let's answer the questions one by one!

"Kak, di UK kampus yang bagus apa sih?"

Basically, semua kampus yang ada di UK itu bagus, dosen-dosennya berpengalaman pada bidangnya masing-masing, fasilitas di kampusnya sangat memadai (nanti saya bikin tulisan lain ya tentang ini), semua staffnya ramah dan siap membantu kalian ketika menghadapi masalah apa saja selama proses perkuliahan. 

Nah, tapi pertimbangan kalian bukan itu saja kan? 
Misal seperti beasiswa Presidential dari LPDP itu meminta kalian harus telah memperoleh LOA (Letter of Acceptance/Admission) dari 50 universitas terbaik dunia. Nah biasanya ini sudah diinfokan oleh LPDP bahwa kalian harus telah lulus dari 50 universitas ini. 

Daftarnya pilihan kampusnya bisa didownload di sini Daftar 50 Kampus Tujuan Beasiswa Presidensial LPDP 


Salah satu Perpustakaan di Uni of Leeds, Leeds, UK


Jadi MABA lagi, Sept 2015 
Nah tapi tetap bingung kan memilih kampus yang mana?
Nah ini sebenarnya tergantung preferensi kalian. Kalian cari yang di kotanya ramai, atau cari yang sepi, atau yang dekat tempat wisata, atau memang benar-benar cari yang predikatnya paling baik. Karena kalau saya pribadi, predikat bukanlah kunci dari segala-galanya. Yang terpenting kamu mau belajar atau tidak. Karena itu yang akan saya jelaskan di bawah ini mungkin bisa menjadi bahan pertimbangan kalian dalam memilih kampus.

1. Kalau kalian cari yang ramai, pilih kampus yang ada di London. Misalnya Queen Mary University of London, UCL, or many others yang masuk dalam 200 universitas terbaik di dunia pilihan LPDP. Plusnya adalah tempat refreshing lebih banyak misal taman, mau kemana-mana banyak tiket bus/pesawat yang murah, nyari resto halal gak susah kok (menjamur apalagi yang take away, bisa pesan antar ada yang menyediakan gratisan ada yang bayar bayar 1£-3£ tergantung jarak rumah dan resto), kemudian yang doyan shopping, pusat perbelanjaan ada di mana-mana dan pilihannya selalu lebih lengkap dibandingkan kota-kota lain, apalagi yak. Supermarket yang menjual daging halal lebih banyak dan lengkap ketimbang kota-kota lain. Transportasi lebih lengkap ada bus yang tersedia 24 jam, ada overground, underground, dan pembayarannya gak rumit, sisa beli oyster card (transportation card) yang bisa di top up sesuai dengan penggunaan. Kekurangannya adalah, biaya akom sangat mahal, bisa mencapai 2 kali lipat dari harga akom di kota-kota lainnya.

2. Univ of Birmingham, Univ of York, Univ of Glasgow termasuk beberapa kampus yang jarak kampus dan city centernya jauh. Bila ditempuh dengan jalan kaki akan sangat melelahkan. Pilihan kampus ini cocok bagi mereka yang tidak terlalu suka dengan keramaian kota namun tetap bisa menikmati keindahan Inggris. Karena letaknya jauh dari city center, biaya akomnya tidak terlalu mahal. Yang menarik dari Birmingham Univ karena banyak charity shop yang menjual barang-barang bekas seperti sepatu boots dan coat dengan harga murah meriah, di sana juga ada pasar yang tentunya menjual bahan makanan yang jauh lebih murah daripada supermarket. Di York ada designer outlet, tempat berburu barang-barang bermerek dengan harga di bawah harga normal. Sementara Glasgow, apa yah yang menarik. City centernya lumayan menarik, dam banyak tempat wisata yang dapat ditempuh dengan mudah dari sana. Biaya hidup/makan tidak berbeda jauh dari kota-kota lain. Yang membedakan antar satu kota hanyalah biaya akomodasi dan transportasinya.

3. Univ of Leeds, adalah my campus. Masalah akom tergantung tinggalnya di mana. Kalau akomodasi kampus biasanya lebih mahal daripada private, tapi dijamin puas dengan fasilitasnya, semua dihandle dengan sangat baik oleh staffnya. Yang cari akom yang murah meriah banyak, ada yang dekat dari kampus ada juga yang harus menggunakan bus. Univ of Leeds dekat banget sama city center, jalan kaki 10 menit juga nyampe. Selain itu banyak mini market dan bahkan ada mini market khusus untuk makanan halal. Depan kampus hampir semuanya resto halal, cocok bagi yang suka mager masak atau pulang ke rumah di tengah-tengah break perkuliahan. Dari Leeds kalau mau kemana-mana juga enak soalnya letaknya di tengah-tengah England. Dan sekitar Leeds banyak tempat refreshing yang bisa dicapai dengan naik bus 30 menit -1,5 jam. Ada pasar dekat city center yang harganya 2 kali lebih murah daripada supermarket gede macam Morrison. Supermarket yang menjual khusus makanan-makanan Asia juga ada dong. Di sana kalian bisa mendapatkan bahan-bahan makanan yang cuma diimport dari Asia termasuk Indonesia, jadi gak usah khawatir yang suka makan sambel atau kecap ABC. Di sana ada. Tempe dan tahu pun ada teman-teman. Selain itu pencinta Manchester United, jangan khawatir Leeds ke Manchester cuma sejam-an naik bus.

4. Manchester, Birmingham, London. 3 kota yang paling sering dikunjungi oleh-oleh artis international baik itu untuk Konser, ataupun kegiatan lainnya. Tapi pastinya paling sering London yah. Jadi kalau kalian carinya yang kotanya ramai dan sering kedatangan artis luar, kota ini mungkin bisa jadi preferensi kalian. Selain itu London dan Manchester selalu penuh dengan fans-fans bola. Inggris gitu kan yak.

5. Kalau kalian carinya yang predikatnya paling baik. Kalian pasti sudah tahu. Kampus tersebut berada di Oxford, Cambridge, dan London. Oxford akomodasi lumayan mahal, tidak jauh berbeda dengan London. Biaya makanan gak jauh berbeda dengan kota lain. (Berhubung saya belum pernah ke sana (Oxford dan Cambridge, pembahasan tentang kedua kota ini akan dilanjutkan di sesi berikutnya. Hehehe)

6. Univ of Sheffield. Kota ini dekat banget sama Edensor. Pada tahu edensor kan? Novel karyanya Andrea Hirata. Jarak kampus dan city center juga gak terlalu jauh. Tapi sepi banget pemirsa kotanya. Malam Minggu aja sepi, aku sampai mikir ini kota adalah kota mati (eh gak juga sih, mungkin pas aku datang orang-orang pada jalan-jalan di kota lain kali yak). Tapi itu kesan pertamaku saat mengunjungi kota itu. Tapi Edensor itu sumpah cantik banget. Dari city center Sheffield cuma kudu naik bus 20-30 menit.

7. Belfast. Menurutku Belfast itu London dengan versi lebih kecil. Cantik juga sih menurutku. Tapi jauh banget kampusnya dari city center. Sepertinya lebih dari 3 km waktu itu saya berjalan dengan teman-teman. Belfast berada di Northern Ireland, jadi kalau mau jalan-jalan di England dan Scotland kudu naik ferry atau pesawat. Masalah akom gak semahal London. Harga makanan gak jauh beda dengan kota lain. Pecinta Games of Thrones mungkin kalian tertarik dengan kota ini. Karena dari sini ke lokasi-lokasi syutingnya film itu sangat dekat. Sisa ikut tour, dan kalian sudah bisa mengunjungi tempat-tempat menarik di sana.

8. Edinburgh. Cantik banget. Kalian masih bisa melihat keindahan bangunan-bangunan Inggris di sana.  Biaya hidup sedikit lebih mahal sih daripada kota-kota di England. Tapi London tetap lebih mahal. Edinburgh juga termasuk salah kampus yang terbaik di UK. Jadi kalau kalian preferensinya predikat terbaik sekaligus mencari yang menyegarkan mata, Mungkin Edinburgh bisa mejadi pilihan kalian.

8. Kota lain? Menyusul yak. Ada pertanyaan atau saran? Silakan meninggal komentar dengan alamat email masing-masing. Atau bisa langsung email saya ke alzhainmelody@gmail.com

Thank you for reading. Maaf bila ada info yang kurang sesuai. Insya Allah akan segera dibenahi.

Pertanyaan dua tiga dan dan seterusnya, Insya Allah akan dibahas di postingan berikutnya. Ditunggu aja! Makasih yah! :D

Auliyanti Sahril Nurfadhilah, MA.




Best Regards,
Auliya Sahril
LPDP Batch 20
9 May 2016, Leeds, UK

Belum juga kuliah, sudah galau duluan!

Ceritanya saya daftar taught programme di University of Leeds - TESOL Studies, tapi disaranin ambil master by research sama ketiga Bapak yang wawancara saya pas seleksi LPDP kemarin.

Ada yang tahu tidak? Memangnya yang master taught programme tidak bisa disetarakan ijazahnya ya dengan S2 di Indonesia dengan alasan taught programme tidak pakai thesis?

Setelah sekian lama galau, akhirnya saya mendapatkan jawaban dari pertanyaan ini dari berbagai sumber. Salah satunya dari Ibu Ratna, salah satu pengurus LPDP. Beliau mengatakan bahwa baik taught programme (coursework) ataupun master by research akan disetarakan dengan S2 (master) yang ada di Indonesia. So don't worry! Go ahead! Yang harus kalian pahami bahwa di Inggris memang kebanyakan kuliah master itu hanya satu tahun namun di dalamnya sudah including research atau small research sebagai tugas akhir kalian. Jumlah kreditnya sama atau tidak jauh berbeda dengan jumlah kredit pada perguruan tinggi yang mewajibkan kuliah selama 1,5 ataupun 2 tahun.

Updated 1 July 2018

Setelah lulus dari perkuliahan di Inggris, saya pulang dengan membawa ijazah master. Saya tidak langsung pulang karena harus membawa ijazah saya dulu ke Kemdikbud untuk disetarakan. Sebulan kemudian, saya mendapatkan email konfirmasi bahwa ijazah saya telah selesai disetarakan. Daaaannn, dengan demikian sudah dapat dipergunakan untuk melamar kerja di instansi apa saja yang berada di bawah naungan Pemerintah Indonesia.

Kesimpulannya, baik itu taught progamme ataupun research, ijazahnya akan sama-sama dapat diseterakan setara dengan master. Jadi tidak perlu khawatir ya, guys.

Any question so far, don’t hesitate to leave the comment below. Share this post kalau menurut kalian bermanfaat. Jangan luba subscribe to this blog! Thank You

Regards,

Auliya Sahril
Awardee LPDP Batch 20