Showing posts with label beasiswalpdp. Show all posts
Showing posts with label beasiswalpdp. Show all posts
Holahaaa,
Apa kabar scholarship hunters?
Semoga diberikan kemudahan dan kelancaran dalam mengurus kelengkapan berkas pendaftaran beasiswanya ya. Amiinnn.

Pada postingan kali ini saya mau membahas sedikit mengenai FAQ atau pertanyaan-pertanyaan yang paling sering diajukan oleh calon pelamar beasiswa LPDP. Jadi daripada berulang-ulang ditanyakan, lebih baik saya bahas sekalian di postingan ini.




Pertanyaan 1. Mengurus LOA (Letter of Acceptance) dulu dari kampus tujuan lalu melamar beasiswa LPDP atau sebaliknya melamar beasiswa dulu, lolos, baru kemudian mengurus LOA?

Hmm, dilihat dari persyaratannya, pelamar beasiswa LPDP sebenarnya tidak diwajibkan untuk langsung memiliki LOA (unconditional)  dulu sebelum melamar beasiswa. Jadi, harusnya tidak akan memengaruhi lolos tidaknya kalian.

Namun, kalau ada yang bertanya, saya selalu menyarankan agar mengurus LOA dulu. Kenapa? Karena apabila kalian telah mendapatkan LOA, maka setelah semua melalui proses seleksi dan dinyatakan lolos, kalian hanya tinggal menunggu panggilan untuk mengikuti persiapan keberangkatan (PK). Dengan kata lain, kalian sudah tidak perlu pusing lagi dengan segala macam urusan kampus. Selain itu, terdapat batas waktu mengurus LOA setelah dinyatakan lolos, yaitu 1 tahun. Apabila setelah itu masih tidak mendapatkan LOA, maka akan diberikan perpanjangan selama 6 bulan. Apabila setelah itu masih tidak mendapatkan LOA, maka akan otomatis diberhentikan sebagai Calon Penerima Beasiswa.

Pertanyaan 2. Apakah seleksi wawancara LPDP itu memakai bahasa inggris atau Bahasa Indonesia?


Untuk wawancara itu tergantung dari reviewernya dan program yang kalian daftari ya, guys. Misalnya, kalau kalian melamar beasiswa dalam negeri biasanya tidak akan terlalu banyak menggunakan bahasa Inggris, mungkin bahasa Inggris yang sederhana saja seperti perkenalan diri. Namun, balik lagi ke reviewernya. Ada beberapa reviewer yang memewawancarai dengan bahasa Inggris untuk mengetahui kemampuan Bahasa Inggris kalian, apakah memang sesuai dengan skor kalian yang tertera di sertifikat bahasa atau pun tidak.  

Untuk yang melamar beasiswa luar negeri, berdasarkan pengalaman saya pribadi ya, hampir semua pertanyaan ditanyakan dalam bahasa Inggris. Namun mungkin tidak semua awardee mengalami yang saya alami. Seperti yang saya bilang tadi, tergantung dari reviewernya. 
Saran saya, persiapkan diri saja dari segala kemungkinan yang akan terjadi. Karena memang sesuai ketentuan, calon penerima beasiswa LPDP memang diharapkan agar memiliki kemampuan bahasa Inggris yang baik.

Pertanyaan 3. Saya sementara lanjut/telah menyelesaikan pendidikan S2 di Indonesia, bolehkah saya mendaftar S2 lagi dengan beasiswa LPDP?

Sebelum ini, sebenarnya tidak tertera dalam ketentuan LPDP mengenai boleh tidaknya peserta yang sedang studi S2 ataupun yang telah menyelesaikan studi S2 sebelumnya untuk mendaftar beasiswa LPDP. Jadi tidak terdapat kejelasan mengenai hal ini.

Namun, tahun ini, banyak sekali aturan beasiswa LPDP yang telah diperbaharui. Salah satunya yang terdapat dalam booklet Panduan Pendaftaran Beasiswa LPDP tahun 2018 adalah pelamar "tidak sedang atau telah menempuh studi degree ataupun non degree (on going) program magister ataupun doktoral baik di perguruan tinggi dalam negeri atau perguruan tinggi di luar negeri".
Dengan demikian, telah jelas bahwa peserta yang sedang menempuh pendidikan S2 saat ini, ataupun yang telah menyelesaikan pendidikan S2 tidak diperkenankan untuk melamar beasiswa magister LPDP. Hal ini juga berlaku bagi pelamar S3.

Pertanyaan 4. Bolehkah saya minta/baca contoh Statement of Purposenya?

Sejak sebelum peraturan Beasiswa LPDP diubah, dari yang dulu masih diminta untuk menulis Esai Peranku bagi Indonesia dan Kesuksesan Terbesarku, saya memang tidak pernah membagikan bentuk utuh Esai saya dengan berbagai alasan. Termasuk masalah privasi ya guys. Jadi saya mohon maaf. Instead, saya dulu telah membagikan tips dan apa-apa saja yang perlu kalian tuliskan di dalam esai.
Tahun 2018 ini, banyak aturan LPDP yang telah diubah ya guys termasuk penulisan esai pun telah diubah. Sekarang peserta tidak lagi diminta untuk menulis dua esai tersebut (mungkin karena sudah sangat mainstream), sebagai gantinya, kalian diminta untuk menulis Statement of Purpose sebanyak maksimum 1000 kata yang menjelaskan tentang rencana kontribusi yang telah, sedang, dan akan dilakukan untuk masyarakat, lembaga, instansi, profesi, atau komunitas.

Pertanyaan 5. Saya belum memiliki sertifikat IELTS untuk melamar beasiswa LPDP LN, bisakah saya menggunakan sertifikat Bahasa lain?

Bisa kok. Bagi yang berencana mendaftar beasiswa LPDP LN tahun ini, selain IELTS, kalian bisa menggunakan Sertifikat TOEIC. Selain soal-soalnya lebih mudah daripada IELTS, biaya tesnya pun jauh lebih murah. Silakan dibaca postingan ini Melamar Beasiswa Pendidikan LPDP 2018. Sertifikat Bahasa Inggris apa saja yang boleh digunakan? untuk mengetahui info lebih lanjut ya.

=======================================================================

Saya rasa cukup sekian dulu ya informasi beasiswa LPDP 2018 kali ini. Apabila kalian masih memiliki pertanyaan lainnya, silakan meninggalkan komentar di bawah ini. Insya Allah akan saya jawab sebisanya atau bagikan di postingan ini.

Terima kasih bagi yang sudah baca.
Oh iya, jangan lupa share postingan ini jika menurut kalian bermanfaat. Follow dan subscribe blog ini lalu tinggalkan komen di kolom komentar, nanti saya akan follow balik blognya kalau ada ya. Thank You. :D

Regards,

Auliya Sahril
June 2018


Hola hola,
Apa kabar scholarship hunters?
Setelah sekian lama hiatus dalam dunia perbincangan LPDP, akhirnya saya kembali dengan topik baru. Kenapa topik baru? Ya tahu sendiri lah, berkas yang harus dimasukkan/dilampirkan untuk melamar beasiswa pendidikan Indonesia yang dikelola oleh LPDP setiap tahunnya selalu mengalami pembaharuan. Nah, karena itu informasi mengenai LPDP saya rasa perlu diperbaharui pula.

Eh, bagi yang belum mengenal saya, nama saya Auliya, awardee LPDP Batch 20. Saya ikut seleksi 2014, dinyatakan lolos seleksi tahun 2014, dan berangkat menuju kampus tujuan saya (University of Leeds, UK) tahun 2015. Sekarang sudah selesai dan mengabdi di tanah airku Indoneeeesiaaaa.

IELTS Simulation at CLS FBS UNM Makassar

Okay, langsung saja kita masuk ke inti dari postingan kali ini ya.

Sertifikat Bahasa Inggris apa saja yang dapat digunakan untuk melamar beasiswa LPDP?

Ada beberapa jenis tes yang dapat diikuti untuk mendapatkan sertifikat Bahasa Inggris. Di sini saya akan membahas jenis tesnya dan apakah bisa dipergunakan untuk melamar beasiswa LPDP.

1. TOEFL ITP 
Tes ini terdiri atas 3 sections yaitu listening, structure and written expression, dan reading. Jumlah soal 140 dengan lama tes sekitar 2 jam (tidak termasuk waktu pengisian data pribadi). Sertifikat dari tes ini diterbitkan oleh ETS (http:\\www.ets.com) dan berlaku selama 2 tahun sejak tanggal tes. Biaya tes berada pada rentang Rp. 450.000,- hingga Rp. 600.000,-

Kapan sertifikat tes ini dapat dipergunakan?
1. Melamar pekerjaan di dalam negeri
2. Melamar beasiswa yang berasal dari luar negeri seperti Fulbright dan Australian Award Scholarship
3. Melamar beasiswa LPDP (Master/Doktoral/Spesialis) dalam negeri jalur reguler dan afirmasi
4. Melamar beasiswa LPDP (Master/Doktoral/Spesialis) luar negeri jalur afirmasi.

Salah satu lembaga penyelenggara tes TOEFL-ITP resmi di Makassar adalah Center for Language Services (CLS FBS UNM), merupakan salah satu lembaga penyelenggara tes toefl pertama di Makassar. informasi jadwal tes  kalian bisa menghubungi kontak person yang terdapat di websitenya www.cls.fbs.unm.ac.id. Biaya tes di CLS FBS UNM adalah Rp. 550.000,-

Yang bertempat tinggal di kota lain, dan ingin mengetahui nama-nama lembaga penyelenggara tes dan jadwal tes TOEFL ITP di sekitar tempat tinggal kalian, bisa mengunjungi website ini www.iief.or.id

Ps: Pelamar beasiswa LPDP luar negeri jalur reguler tidak lagi dapat menggunakan sertifikat TOEFL ITP untuk mendaftar beasiswa LPDP luar negeri. Hanya pelamar dari jalur afirmasi saja yang dapat menggunakannya untuk melamar beasiswa LPDP luar negeri.

2. TOEFL Prediction/TOEFL-Like 
Tes ini sebenarnya tidak berbeda dengan tes TOEFL-ITP. Tipe soal, jumlah soal, lama tesnya semuanya sama saja dengan TOEFL-ITP. Terus apa bedanya? Bedanya adalah TOEFL Prediction itu diselenggarakan oleh institusi penyelenggara, misalnya dari kampus atau lembaga Bahasa Inggris lainnya, bukan dari penyelenggara resmi TOEFL-ITP sehingga sertifikatnya tidak diakui oleh ETS karena bukan ETS (http:\\www.ets.org) yang mengeluarkannya. Biaya tesnya berada pada rentang Rp. 50.000,- hingga Rp. 300.000,-.

Kapan sertifikat tes ini bisa digunakan? 
Awal-awal dibukanya pendaftaran beasiswa LPDP, sertifikat dari tes ini bisa digunakan oleh pelamar yang mendaftar melalui jalur afirmasi/bidikmisi. Namun, saat ini sudah tidak dapat dipergunakan lagi karena jumlah pelamar yang semakin banyak, maka seleksi pun harus diperketat.

3. TOEFL iBT
Tes ini sedikit berbeda dengan tes TOEFL-ITP. Kalau di ITP terdapat tiga section saja. Pada tes ini, terdapat 4 skill Bahasa Inggris kalian yang akan diuji yaitu kemampuan Listening, Reading, Writing, dan Speaking. Tes ini berbasis komputer, jadi pengerjaan tesnya dilakukan dengan bantuan komputer. Lembaga penyelenggara tes ini di Makassar terbilang masih sedikit sehingga peminatnya pun tidak sebanyak tes bahasa Inggris lainnya.

Untuk mengikuti tes ini, diperlukan dana yang tidak sedikit ya teman-teman (terakhir sekitar Rp. 2.6 juta). Jadi, belajar yang serius sangat dibutuhkan sebelum mengikuti tesnya. Kalau tidak, maka niscaya uang kalian akan melayang seketika.

Kapan sertifikat tes ini bisa digunakan?
1. Melamar beasiswa yang berasal dari luar negeri seperti Fulbright dan Australian Award Scholarship
2. Melamar beasiswa LPDP (Master/Doktoral/Spesialis) dalam negeri dan luar negeri, semua jalur baik itu jalur reguler maupun afirmasi. 
3. Melamar kerja baik itu di dalam maupun di luar negeri
4. Melamar kampus luar negeri


4. IELTS
Tes ini menguji 4 kemampuan bahasa Inggris seseorang, sama halnya dengan tes TOEFL iBT. Hanya saja tesnya adalah paper-based, tidak menggunakan komputer. Informasi mengenai materi dan persiapan apa saja yang harus dilakukan untuk mengikuti tes ini dapat ditemukan di mesin pencari. Kalian juga bisa mencari di www.youtube.com karena ada banyak sekali channel yang memberikan tips dalam mengerjakan soal-soal IELTS.
Terdapat beberapa lembaga penyelenggara tes IELTS di Makassar, salah satunya adalah Center for Language Services (CLS FBS UNM) yang bekerja sama dengan British Council. Informasi jadwal tes dan biayanya, kalian bisa langsung menghubungi kontak person yang terdapat di websitenya www.cls.fbs.unm.ac.id
Biaya tes berada pada rentang Rp. 2.8 juta - Rp. 3 juta.
Jangan lupa belajar yang giat dulu ya guys sebelum mengikuti tesnya, mahal banget soalnya.

Kapan sertifikat tes ini bisa digunakan?
1. Melamar beasiswa yang berasal dari luar negeri seperti Fulbright dan Australian Award Scholarship
2. Melamar beasiswa LPDP (Master/Doktoral/Spesialis) dalam negeri dan luar negeri, semua jalur baik itu jalur reguler maupun afirmasi. 
3. Melamar kerja baik itu di dalam maupun di luar negeri
4. Melamar kampus luar negeri

5. TOEIC
Tes terakhir yang ingin saya bahas adalah TOEIC. Tes ini mengukur kemampuan membaca dan mendengarkan seseorang. Topik yang masuk dalam tesnya itu biasanya berkaitan dengan Bisnis. Jadi pastikan untuk mempelajari topik ini sebelum mengikuti tes.
Sama seperti TOEFL dan IELTS, sistem pengerjaannya adalah paper-based, jadi tidak menggunakan bantuan komputer.
Pelaksana tes ini di Makassar terbilang masih sedikit, namun bagi yang ingin mengikuti tes ini dapat menghubungi Center for Language Services (CLS FBS UNM) yang bekerja sama dengan International Office of Pascasarjana UNM dan TIEC Makassar. Informasi jadwal tes dan biayanya, kalian bisa langsung menghubungi kontak person yang terdapat di websitenya www.cls.fbs.unm.ac.id
Biaya tes di CLS FBS UNM adalah sebesar Rp. 700.000,-, harga normal Rp. 900.000,-

Kapan sertifikat tes ini bisa digunakan?
1. Melamar beasiswa LPDP (Master/Doktoral/Spesialis) dalam negeri dan luar negeri, semua jalur baik itu jalur reguler maupun afirmasi. 
2. Melamar kerja baik itu di dalam maupun di luar negeri

Cukup sekian dulu ya teman-teman. Kapan-kapan saya lanjut dengan informasi lainnya. Thanks for reading and good luck!!!


Note:
Ada pertanyaan berkaitan dengan persyaratan sertifikat Bahasa Inggris untuk melamar beasiswa BPI LPDP? Please do not hesitate to contact me! Oh iya, jangan lupa share postingan ini jika menurut kalian bermanfaat. Follow dan subscribe blog ini lalu tinggalkan komen di kolom komentar, nanti saya akan follow balik blognya kalau ada ya. Thank You. :D


Salam,

@Auliya Sahril (Instagram Account)





Salam Garuda Emas Indonesia!

Kalau postingan sebelumnya membahas mengenai esai bertemakan Peranku Bagi Indonesia yang saya buat untuk mendaftar beasiswa LPDP, kali ini saya akan memberikan gambaran sedikit tentang esai saya yang bertema Sukses Terbesar dalam Hidupku. Tidak ada yang sangat istimewa dari esai yang saya buat. Masing-masing orang sebenarnya memiliki nilai plus tersendiri dari apa yang mereka sampaikan dalam esai mereka. Hanya saja yang perlu diingat adalah apakah yang kita sampaikan benar-benar terjadi dalam kehidupan kita ataukah hanya hasil contekan dari ide yang dipaparkan oleh orang lain. 

Intinya, apa yang kalian sampaikan itu bisa menggambarkan kepribadian kalian. Apakah kalian pribadi yang dicari oleh LPDP ataukah mungkin kalian masih harus berjuang untuk membuat diri kalian menjadi pribadi yang diharapkan. Kalian harus memiliki nilai pelayanan. Pentingkah? Penting. Karena nilai pelayanan salah satu nilai yang sangat dijunjung tinggi oleh penyedia beasiswa ini. Kalian yang memilih bersekolah di luar negeri haruslah mau kembali ke tanah air dan mengabdikan diri untuk kemajuan Indonesia. Tidak bersedia? Mungkin sebaiknya kalian mencari beasiswa dari penyedia beasiswa lain. Sesungguhnya ada sangat banyak beasiswa di luar sana.

Saya pernah membaca beberapa artikel mengenai LPDP. Salah satunya mengatakan bahwa LPDP itu sangat aneh, mungkin karena ia sudah mencoba mendaftar beasiswa ini beberapa kali dan tidak pernah berhasil sedangkan mungkin menurutnya dia adalah orang yang pantas untuk mendapatkannya. 

Well, apakah memiliki CV dengan daftar pengalaman kerja, organisasi, dan hasil penelitian yang berlimpah bisa menjamin bahwa kalian akan mendapatkan beasiswa ini? Maaf, tapi jawabannya adalah TIDAK. Banyak dari penerima yang kelihatannya biasa saja seperti saya bisa menjadi awardee dari penyedia beasiswa ini. Jadi, bagi kalian yang merasa kurang atau tidak memiliki pengalaman yang luar biasa, jangan merasa ragu untuk bermimpi dan berjuang untuk mendapatkan beasiswa LPDP ini. Semuanya hanyalah permasalahan apakah kalian adalah pribadi yang layak untuk mendapatkan beasiswa ini karena sesungguhnya banyak sekali orang di dunia ini yang pintar tetapi tidak memiliki pribadi yang bisa dicontoh bagi orang lain. 

Jadi kembali ke persoalan esai. Apakah makna sukses yang sesungguhnya? Hanya kalian yang tahu karena kalian lah yang mengalaminya. Jadi, yang perlu kalian tuliskan adalah suatu kejadian yang membuat kalian yakin bahwa pada saat itu atau kejadian itulah yang membuat kalian merasa telah menjadi orang yang sukses. Apakah kejadian itu sangat sederhana atau mungkin biasa saja bagi orang lain, semuanya tergantung dari cara kalian menyampaikannya. Banyak sekali cerita sederhana yang sebenarnya sangat menginspirasi.

Bosan dengan cerita di atas? Haha. Peace! Well, berikut ini adalah potongan esai saya bertema Sukses Terbesar dalam Hidupku. Semoga dapat sedikit memberikan gambaran tentang apa yang harus kalian tulis dalam esai kalian. Good luck, everybody! 

KESUKSESAN YANG SESUNGGUHNYA

Kesuksesan. 

Apa itu kesuksesan? 

Satu kata ini berhasil membuatku berpikir keras. Satu kata yang membuat saya berpikir ulang tentang kesuksesan yang manakah yang benar-benar bisa disebut sebagai kesuksesan. Mungkin bukan cuma saya satu-satunya orang yang mempertanyakan makna kesuksesan yang sebenarnya. Mungkin ada ratusan orang, bahkan  jutaan orang di dunia sedang memikirkan apa makna kesuksesan yang sebenarnya. 

Setelah beberapa hari memikirkannya, saya berhenti sejenak. Saya menatap layar laptop saya hingga akhirnya saya memutuskan untuk membuka Kamus Besar Indonesia. Sayang sekali, di kamus itu saya hanya menemukan padanan kata yang tepat untuk menggambarkan kata kesuksesan itu. Kesuksesan = keberuntungan, keberhasilan. “Jawaban yang sangat tidak memuaskan. Apakah ketika saya beruntung maka saya telah sukses?” pikirku.

Sejak SD saya dikenal sebagai anak yang suka belajar. Bahkan Ayah saya mengatakan bahwa yang ada di dalam pikiran saya hanyalah segala hal yang berbau “sekolah”. Saya seringkali bersedih ketika nilai saya tidak sesuai harapan saya, namun kemudian saya selalu berusaha untuk memperbaikinya. Akhirnya saat perpisahan sekolah, Kepala Sekolah mengumumkan siswa yang meraih peringkat satu hingga sepuluh se-SD IKIP 1 Makassar pada saat itu. Saya merasa sedikit terkejut namun sangat senang karena pada saat itu saya meraih peringkat pertama. Sesuatu yang sangat luar biasa bagi saya dan tentu saja bagi Bunda saya yang saat itu menemani saya meraih penghargaan dari Kepala Sekolah. Bagi saya, kejadian itu merupakan salah satu kesuksesan terbesarku. 

FYI:

Mohon maaf yang sebesar-besarnya, mulai sekarang saya TIDAK AKAN MENGIRIMKAN esai yang saya buat untuk mendaftar beasiswa LPDP dalam bentuk apapun mengingat saya lebih sering online menggunakan handphone, sangat jarang menggunakan laptop. Selain itu, menurut salah seorang teman. esai yang dibuat masing-masing peserta itu sifatnya privasi, tidak seharusnya disebarkan ke orang lain meskipun dengan tujuan membantu. Kemudian hal lain yang paling mendasar, tidak ada yang bisa menjamin bahwa mereka yang meminta tidak akan mengambil sebagian maupun seluruh ide yang terdapat dalam esai tersebut (plagiat). Ingat, LPDP sangat menjunjung tinggi nilai integritas. Kehilangan nilai tersebut bisa membuat kalian jatuh dalam proses seleksi. 

Ada pertanyaan? Silakan kirim pesan ke IG: @auliyasahril atau meninggalkan pesan di kolom komentar dengan menyertakan alamat email kalian. Terimakasih! Good Luck! ^^v

Regards,

Auliyanti Sahril Nurfadhilah
Awardee LPDP Batch 20



Salam Garuda Emas Indonesia!

Karena banyaknya email masuk mengenai permintaan contoh esai sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan beasiswa LPDP ini, akhirnya saya memutuskan untuk menulis artikel ini sebagai referensi untuk membantu teman-teman membuat esai khususnya yang bertema Peranku Bagi Indonesia. 

Mohon maaf karena saya hanya menampilkan sebagian dari isi esai yang saya tuliskan:

“Kemajuan sebuah Negara sangat didukung oleh kualitas para pendidiknya.”

Kalimat ini sudah pasti akan menimbulkan pertanyaan bagi beberapa pihak. Beberapa orang mungkin akan menodong saya dengan mengatakan, “Bagaimana dengan kualitas pemimpin negaranya, bagaimana dengan kualitas sumber daya manusianya, bagaimana dengan ini, bagaimana dengan itu.” Setelah itu saya hanya akan menjawab, “Siapa yang mengajarkanmu tentang banyak hal selain orang tuamu? Apakah ia telah mengajarmu dengan baik? Apakah ia telah mendidikmu dengan baik?”
Mengajar adalah sebuah tantangan yang harus dihadapi oleh seorang pengajar, baik itu para guru maupun para dosen. Kita dituntut untuk tidak hanya mencerdaskan anak-anak bangsa, tetapi juga mendidik mereka untuk menjadi anak yang beriman, berbakti, jujur, dan bertanggung jawab. Maka untuk mewujudkannya, kita pun dituntut untuk melakukan hal yang serupa, tidak hanya benar dalam perkataan, tetapi juga dalam perbuatan. Bagaimana mungkin seorang guru mendidik murid-muridnya untuk bersikap jujur sedangkan sang guru tidak dapat melakukan hal yang serupa? Hal ini yang selama ini kurang disadari oleh para pendidik di Negara kita yang tercinta, bahwa mengajar bukan hanya sekadar mengajar, tetapi juga mendidik, serta memberikan contoh yang baik kepada anak didiknya.
Saat menjalani hari-hari perkuliahan di kampus, saya secara kebetulan bertemu dengan senior saya saat SMA. Ia langsung saja menodongku dengan sebuah pertanyaan yang kemudian membuat saya terbahak, “Mengapa kau berada di sini? Bukannya anak-anak IPA 1 itu biasanya maumenjadi Dokter?” Setelah terbahak, saya terdiam sembari memikirkan kata-kata guru BK saya saat SMA, “Anak-anak cerdas seharusnya menjadi seorang pendidik, baik itu menjadi seorang guru ataupun seorang dosen.Bagaimana mungkin seorang Ibu atau Bapak mau memercayakan anak mereka untuk diajar oleh seorang guru yang tidak cerdas?” Beliau adalah salah satu guru yang mendukung keputusan saya saat itu.

Setelah menuliskan beberapa pengalaman kalian yang menunjukkan kalian benar-benar menjalankan kalian sebagai anak bangsa, kalian bisa memberikan ulasan atau pelajaran yang bisa dipetik dari pengalaman kalian. Di bagian akhir essai, saya menuliskan inti dari semua kejadian-kejadian tersebut. Beberapa kutipan yang menarik dan memotivasi juga disarankan. Gunakan bahasa yang mudah dipahami. Jangan sekali-sekali mengutip perkataan orang lain tanpa sumber yang jelas kecuali kata-kata itu sudah umum didengarkan dalam kehidupan sehari-hari. Sangat tidak disarankan untuk menceritakan hal yang tidak benar-benar terjadi dalam kehidupan kalian. Tidak ada salahnya membandingkan kehidupan kalian dengan orang lain apabila memang kejadian orang lain itu menginspirasi kalian untuk menjadi lebih baik. 


FYI:

Mohon maaf yang sebesar-besarnya, mulai sekarang saya TIDAK AKAN MENGIRIMKAN esai yang saya buat untuk mendaftar beasiswa LPDP dalam bentuk apapun mengingat saya lebih sering online menggunakan handphone, sangat jarang menggunakan laptop. Selain itu, menurut saran dari salah seorang teman. esai yang dibuat masing-masing peserta itu sifatnya privasi, tidak seharusnya disebarkan ke orang lain meskipun dengan tujuan membantu. Kemudian hal lain yang paling mendasar, tidak ada yang bisa menjamin bahwa mereka yang meminta tidak akan mengambil sebagian maupun seluruh ide yang terdapat dalam esai tersebut (plagiat). Ingat, LPDP sangat menjunjung tinggi nilai integritas. Kehilangan nilai tersebut bisa membuat kalian jatuh dalam proses seleksi. 

Ada pertanyaan? Silakan kirim pesan ke IG: @auliyasahril atau meninggalkan pesan di kolom komentar dengan menyertakan alamat email kalian. Terimakasih! ^^v

Regards,

Auliya Sahril 
Awardee LPDP Batch 20


[LPDP.NET]
Salam,

Makassar sedang cerah pagi ini, guys. (Gak nanya, Bu!) ^^v
Nah karena langit dan hati saya pagi ini sama-sama cerah, makanya saya jadi kepikiran untuk nulis ini, padahal saya lagi in project revisi novel debut saya (curcol). Terus karena lagi stuck jadinya saya memilih untuk menyebarkan info-info beasiswa yang sangat penting untuk kemajuan bangsa Indonesia. Asik. LOL. Becanda tapi serius.

Eh maksudnya?

Maksudnya, hidup itu serius tapi jangan dibawa serius melulu. Entar yang ada malah stress. ^,^ -_-)"

Well, mari kita masuk ke inti tulisan saya kali ini. Sebagaimana yang sudah kita ketahui bersama (yang belum tahu nyimak aja terus ya!) bahwa LPDP membuat sesi tambahan dalam menyeleksi calon penerima beasiswa LPDP yaitu dengan mengharuskan peserta untuk mengikuti Leadership Group Discussion (LGD).Biasanya kegiatan ini dirangkaikan dengan seleksi wawancara. Hmm..

Program LGD ini sebenarnya tidak susah. ASAL. Kalian tidak egois. Seringkali peserta yang jatuh dalam seleksi ini karena merasa dirinya paling bisa, merasa dirinya menguasai materi dengan baik, sehingga cenderung tidak memberikan kesempatan peserta lain untuk mengemukakan pendapat mereka.

Jadi apa sih yang sebaiknya kalian lakukan sebelum dan pada saat mengikuti kegiatan LGD ini?

SEBELUM:

  1. Baca berita-berita yang sedang hits/trend menjelang hari diskusi (biasanya artikel yang akan dibahas pada saat diskusi adalah artikel yang berasal dari koran KOMPAS: baca online juga bisa KOMPAS.COM). 
  2. Meskipun kebanyakan artikel yang digunakan oleh panitia seleksi adalah artikel dari koran KOMPAS, tidak ada salahnya juga kan kalian membaca dari sumber-sumber lain. Yang ini malah bisa jadi bahan referensi kalian yang lain, jadi kalian punya banyak hal yang bisa didiskusikan dengan grup kalian.
  3. Latihan berbicara. Jangan sampai ide di kepala kalian banyak, tetapi pada saat diskusi malah tidak bisa diungkapkan.
PADA SAAT MENGIKUTI SELEKSI:
  1. Saat itu kalian pasti sudah dibagi ke dalam beberapa kelompok, tergantung jumlah peserta saat itu. Kalau menurut pengalaman saya, satu kelompok itu terdiri atas 4 orang. Namun dari pengalaman orang lain satu kelompok itu bisa terdiri atas 5-8 orang. Semuanya tergantung dari jumlah peserta.
  2. Biasanya akan ada dua orang psikolog yang mengawasi jalannya diskusi. Mereka hanya akan memberi instruksi di awal dan memberi tahu apa yang harus kalian lakukan, setelah itu, mereka akan membebaskan kalian untuk menjalankan diskusi.
  3. Dalam diskusi itu kalian akan membahas sebuah artikel, judul artikelnya berubah-ubah tiap kali seleksi, mengikuti perkembangan berita saat ini. Term saya temanya mengenai KEPEMIMPINAN. Kebetulan waktu itu lagi gencar-gencarnya berita tentang pemilihan presiden. Nah kalau term sebelumnya katanya membahas tentang MINERBA. 
  4. Nah setelah kalian membaca artikel itu dalam waktu beberapa menit, kalian lalu akan membahas pertanyaan yang berada di akhir wacana dalam artikel itu. Bagaimana cara kalian mendiskusikannya? Nah di situlah para psikolog akan menilainya.
  5. Jangan mendominasi jalannya diskusi. Kalian tidak harus memiliki moderator dalam diskusi tersebut, karena semua orang harus bersuara, kalau hanya diam, bagaimana cara psikolog itu bisa menilai karakter kalian. Nah, tips bagi kalian yang tidak terlalu bisa berbicara di depan orang banyak atau mungkin stuck dengan tema diskusinya, kalian bisa menawarkan diri menjadi Notulen. Tugasnya hanya menulis poin-poin penting dari hasil diskusi kemudian mencatat jawaban atas pertanyaan di akhir wacana artikel. 
  6. Meskipun kalian adalah notulen, bukan berarti kalian tidak berbicara. Selain membahas tentang poin-poin apa yang harus kalian catat, berikanlah sedikit ide kalian tentang artikel yang sedang kalian dibahas. Tidak harus panjang, yang penting berisi dan sesuai dengan tema. 
  7. Bila seandainya sudah benar-benar stuck, kalian bisa menjadi penengah dalam diskusi, misalnya kalian meminta pendapat teman kalian yang menurut kalian pendiam atau kurang berpartisipasi dalam kegiatan diskusi. Kalian juga bisa membahas ide teman kalian kemudian membahas apakah sudah sesuai dengan yang diinginkan ataukah tidak dan mulailah menyampaikan solusi atau ide lain. 
  8. Pergunakan bahasa yang sopan dan mudah dimengerti. Tidak menyela pembicaraan teman apalagi sampai mengejek dan menjatuhkannya. Bermainlah dengan cantik dan sabar.
Akhir kata, 
SE MA NGAT! 
and
DON'T STOP DREAMING!



Regards,

Auliya Sahril 
LPDP Batch 20

Any questions so far? Please email me ! ^^