Salam Garuda Emas Indonesia!

Kalau postingan sebelumnya membahas mengenai esai bertemakan Peranku Bagi Indonesia yang saya buat untuk mendaftar beasiswa LPDP, kali ini saya akan memberikan gambaran sedikit tentang esai saya yang bertema Sukses Terbesar dalam Hidupku. Tidak ada yang sangat istimewa dari esai yang saya buat. Masing-masing orang sebenarnya memiliki nilai plus tersendiri dari apa yang mereka sampaikan dalam esai mereka. Hanya saja yang perlu diingat adalah apakah yang kita sampaikan benar-benar terjadi dalam kehidupan kita ataukah hanya hasil contekan dari ide yang dipaparkan oleh orang lain. 

Intinya, apa yang kalian sampaikan itu bisa menggambarkan kepribadian kalian. Apakah kalian pribadi yang dicari oleh LPDP ataukah mungkin kalian masih harus berjuang untuk membuat diri kalian menjadi pribadi yang diharapkan. Kalian harus memiliki nilai pelayanan. Pentingkah? Penting. Karena nilai pelayanan salah satu nilai yang sangat dijunjung tinggi oleh penyedia beasiswa ini. Kalian yang memilih bersekolah di luar negeri haruslah mau kembali ke tanah air dan mengabdikan diri untuk kemajuan Indonesia. Tidak bersedia? Mungkin sebaiknya kalian mencari beasiswa dari penyedia beasiswa lain. Sesungguhnya ada sangat banyak beasiswa di luar sana.

Saya pernah membaca beberapa artikel mengenai LPDP. Salah satunya mengatakan bahwa LPDP itu sangat aneh, mungkin karena ia sudah mencoba mendaftar beasiswa ini beberapa kali dan tidak pernah berhasil sedangkan mungkin menurutnya dia adalah orang yang pantas untuk mendapatkannya. 

Well, apakah memiliki CV dengan daftar pengalaman kerja, organisasi, dan hasil penelitian yang berlimpah bisa menjamin bahwa kalian akan mendapatkan beasiswa ini? Maaf, tapi jawabannya adalah TIDAK. Banyak dari penerima yang kelihatannya biasa saja seperti saya bisa menjadi awardee dari penyedia beasiswa ini. Jadi, bagi kalian yang merasa kurang atau tidak memiliki pengalaman yang luar biasa, jangan merasa ragu untuk bermimpi dan berjuang untuk mendapatkan beasiswa LPDP ini. Semuanya hanyalah permasalahan apakah kalian adalah pribadi yang layak untuk mendapatkan beasiswa ini karena sesungguhnya banyak sekali orang di dunia ini yang pintar tetapi tidak memiliki pribadi yang bisa dicontoh bagi orang lain. 

Jadi kembali ke persoalan esai. Apakah makna sukses yang sesungguhnya? Hanya kalian yang tahu karena kalian lah yang mengalaminya. Jadi, yang perlu kalian tuliskan adalah suatu kejadian yang membuat kalian yakin bahwa pada saat itu atau kejadian itulah yang membuat kalian merasa telah menjadi orang yang sukses. Apakah kejadian itu sangat sederhana atau mungkin biasa saja bagi orang lain, semuanya tergantung dari cara kalian menyampaikannya. Banyak sekali cerita sederhana yang sebenarnya sangat menginspirasi.

Bosan dengan cerita di atas? Haha. Peace! Well, berikut ini adalah potongan esai saya bertema Sukses Terbesar dalam Hidupku. Semoga dapat sedikit memberikan gambaran tentang apa yang harus kalian tulis dalam esai kalian. Good luck, everybody! 

KESUKSESAN YANG SESUNGGUHNYA

Kesuksesan. 

Apa itu kesuksesan? 

Satu kata ini berhasil membuatku berpikir keras. Satu kata yang membuat saya berpikir ulang tentang kesuksesan yang manakah yang benar-benar bisa disebut sebagai kesuksesan. Mungkin bukan cuma saya satu-satunya orang yang mempertanyakan makna kesuksesan yang sebenarnya. Mungkin ada ratusan orang, bahkan  jutaan orang di dunia sedang memikirkan apa makna kesuksesan yang sebenarnya. 

Setelah beberapa hari memikirkannya, saya berhenti sejenak. Saya menatap layar laptop saya hingga akhirnya saya memutuskan untuk membuka Kamus Besar Indonesia. Sayang sekali, di kamus itu saya hanya menemukan padanan kata yang tepat untuk menggambarkan kata kesuksesan itu. Kesuksesan = keberuntungan, keberhasilan. “Jawaban yang sangat tidak memuaskan. Apakah ketika saya beruntung maka saya telah sukses?” pikirku.

Sejak SD saya dikenal sebagai anak yang suka belajar. Bahkan Ayah saya mengatakan bahwa yang ada di dalam pikiran saya hanyalah segala hal yang berbau “sekolah”. Saya seringkali bersedih ketika nilai saya tidak sesuai harapan saya, namun kemudian saya selalu berusaha untuk memperbaikinya. Akhirnya saat perpisahan sekolah, Kepala Sekolah mengumumkan siswa yang meraih peringkat satu hingga sepuluh se-SD IKIP 1 Makassar pada saat itu. Saya merasa sedikit terkejut namun sangat senang karena pada saat itu saya meraih peringkat pertama. Sesuatu yang sangat luar biasa bagi saya dan tentu saja bagi Bunda saya yang saat itu menemani saya meraih penghargaan dari Kepala Sekolah. Bagi saya, kejadian itu merupakan salah satu kesuksesan terbesarku. 

FYI:

Mohon maaf yang sebesar-besarnya, mulai sekarang saya TIDAK AKAN MENGIRIMKAN esai yang saya buat untuk mendaftar beasiswa LPDP dalam bentuk apapun mengingat saya lebih sering online menggunakan handphone, sangat jarang menggunakan laptop. Selain itu, menurut salah seorang teman. esai yang dibuat masing-masing peserta itu sifatnya privasi, tidak seharusnya disebarkan ke orang lain meskipun dengan tujuan membantu. Kemudian hal lain yang paling mendasar, tidak ada yang bisa menjamin bahwa mereka yang meminta tidak akan mengambil sebagian maupun seluruh ide yang terdapat dalam esai tersebut (plagiat). Ingat, LPDP sangat menjunjung tinggi nilai integritas. Kehilangan nilai tersebut bisa membuat kalian jatuh dalam proses seleksi. 

Ada pertanyaan? Silakan kirim pesan ke IG: @auliyasahril atau meninggalkan pesan di kolom komentar dengan menyertakan alamat email kalian. Terimakasih! Good Luck! ^^v

Regards,

Auliyanti Sahril Nurfadhilah
Awardee LPDP Batch 20



Salam Garuda Emas Indonesia!

Karena banyaknya email masuk mengenai permintaan contoh esai sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan beasiswa LPDP ini, akhirnya saya memutuskan untuk menulis artikel ini sebagai referensi untuk membantu teman-teman membuat esai khususnya yang bertema Peranku Bagi Indonesia. 

Mohon maaf karena saya hanya menampilkan sebagian dari isi esai yang saya tuliskan:

“Kemajuan sebuah Negara sangat didukung oleh kualitas para pendidiknya.”

Kalimat ini sudah pasti akan menimbulkan pertanyaan bagi beberapa pihak. Beberapa orang mungkin akan menodong saya dengan mengatakan, “Bagaimana dengan kualitas pemimpin negaranya, bagaimana dengan kualitas sumber daya manusianya, bagaimana dengan ini, bagaimana dengan itu.” Setelah itu saya hanya akan menjawab, “Siapa yang mengajarkanmu tentang banyak hal selain orang tuamu? Apakah ia telah mengajarmu dengan baik? Apakah ia telah mendidikmu dengan baik?”
Mengajar adalah sebuah tantangan yang harus dihadapi oleh seorang pengajar, baik itu para guru maupun para dosen. Kita dituntut untuk tidak hanya mencerdaskan anak-anak bangsa, tetapi juga mendidik mereka untuk menjadi anak yang beriman, berbakti, jujur, dan bertanggung jawab. Maka untuk mewujudkannya, kita pun dituntut untuk melakukan hal yang serupa, tidak hanya benar dalam perkataan, tetapi juga dalam perbuatan. Bagaimana mungkin seorang guru mendidik murid-muridnya untuk bersikap jujur sedangkan sang guru tidak dapat melakukan hal yang serupa? Hal ini yang selama ini kurang disadari oleh para pendidik di Negara kita yang tercinta, bahwa mengajar bukan hanya sekadar mengajar, tetapi juga mendidik, serta memberikan contoh yang baik kepada anak didiknya.
Saat menjalani hari-hari perkuliahan di kampus, saya secara kebetulan bertemu dengan senior saya saat SMA. Ia langsung saja menodongku dengan sebuah pertanyaan yang kemudian membuat saya terbahak, “Mengapa kau berada di sini? Bukannya anak-anak IPA 1 itu biasanya maumenjadi Dokter?” Setelah terbahak, saya terdiam sembari memikirkan kata-kata guru BK saya saat SMA, “Anak-anak cerdas seharusnya menjadi seorang pendidik, baik itu menjadi seorang guru ataupun seorang dosen.Bagaimana mungkin seorang Ibu atau Bapak mau memercayakan anak mereka untuk diajar oleh seorang guru yang tidak cerdas?” Beliau adalah salah satu guru yang mendukung keputusan saya saat itu.

Setelah menuliskan beberapa pengalaman kalian yang menunjukkan kalian benar-benar menjalankan kalian sebagai anak bangsa, kalian bisa memberikan ulasan atau pelajaran yang bisa dipetik dari pengalaman kalian. Di bagian akhir essai, saya menuliskan inti dari semua kejadian-kejadian tersebut. Beberapa kutipan yang menarik dan memotivasi juga disarankan. Gunakan bahasa yang mudah dipahami. Jangan sekali-sekali mengutip perkataan orang lain tanpa sumber yang jelas kecuali kata-kata itu sudah umum didengarkan dalam kehidupan sehari-hari. Sangat tidak disarankan untuk menceritakan hal yang tidak benar-benar terjadi dalam kehidupan kalian. Tidak ada salahnya membandingkan kehidupan kalian dengan orang lain apabila memang kejadian orang lain itu menginspirasi kalian untuk menjadi lebih baik. 


FYI:

Mohon maaf yang sebesar-besarnya, mulai sekarang saya TIDAK AKAN MENGIRIMKAN esai yang saya buat untuk mendaftar beasiswa LPDP dalam bentuk apapun mengingat saya lebih sering online menggunakan handphone, sangat jarang menggunakan laptop. Selain itu, menurut saran dari salah seorang teman. esai yang dibuat masing-masing peserta itu sifatnya privasi, tidak seharusnya disebarkan ke orang lain meskipun dengan tujuan membantu. Kemudian hal lain yang paling mendasar, tidak ada yang bisa menjamin bahwa mereka yang meminta tidak akan mengambil sebagian maupun seluruh ide yang terdapat dalam esai tersebut (plagiat). Ingat, LPDP sangat menjunjung tinggi nilai integritas. Kehilangan nilai tersebut bisa membuat kalian jatuh dalam proses seleksi. 

Ada pertanyaan? Silakan kirim pesan ke IG: @auliyasahril atau meninggalkan pesan di kolom komentar dengan menyertakan alamat email kalian. Terimakasih! ^^v

Regards,

Auliya Sahril 
Awardee LPDP Batch 20


[LPDP.NET]
Salam,

Makassar sedang cerah pagi ini, guys. (Gak nanya, Bu!) ^^v
Nah karena langit dan hati saya pagi ini sama-sama cerah, makanya saya jadi kepikiran untuk nulis ini, padahal saya lagi in project revisi novel debut saya (curcol). Terus karena lagi stuck jadinya saya memilih untuk menyebarkan info-info beasiswa yang sangat penting untuk kemajuan bangsa Indonesia. Asik. LOL. Becanda tapi serius.

Eh maksudnya?

Maksudnya, hidup itu serius tapi jangan dibawa serius melulu. Entar yang ada malah stress. ^,^ -_-)"

Well, mari kita masuk ke inti tulisan saya kali ini. Sebagaimana yang sudah kita ketahui bersama (yang belum tahu nyimak aja terus ya!) bahwa LPDP membuat sesi tambahan dalam menyeleksi calon penerima beasiswa LPDP yaitu dengan mengharuskan peserta untuk mengikuti Leadership Group Discussion (LGD).Biasanya kegiatan ini dirangkaikan dengan seleksi wawancara. Hmm..

Program LGD ini sebenarnya tidak susah. ASAL. Kalian tidak egois. Seringkali peserta yang jatuh dalam seleksi ini karena merasa dirinya paling bisa, merasa dirinya menguasai materi dengan baik, sehingga cenderung tidak memberikan kesempatan peserta lain untuk mengemukakan pendapat mereka.

Jadi apa sih yang sebaiknya kalian lakukan sebelum dan pada saat mengikuti kegiatan LGD ini?

SEBELUM:

  1. Baca berita-berita yang sedang hits/trend menjelang hari diskusi (biasanya artikel yang akan dibahas pada saat diskusi adalah artikel yang berasal dari koran KOMPAS: baca online juga bisa KOMPAS.COM). 
  2. Meskipun kebanyakan artikel yang digunakan oleh panitia seleksi adalah artikel dari koran KOMPAS, tidak ada salahnya juga kan kalian membaca dari sumber-sumber lain. Yang ini malah bisa jadi bahan referensi kalian yang lain, jadi kalian punya banyak hal yang bisa didiskusikan dengan grup kalian.
  3. Latihan berbicara. Jangan sampai ide di kepala kalian banyak, tetapi pada saat diskusi malah tidak bisa diungkapkan.
PADA SAAT MENGIKUTI SELEKSI:
  1. Saat itu kalian pasti sudah dibagi ke dalam beberapa kelompok, tergantung jumlah peserta saat itu. Kalau menurut pengalaman saya, satu kelompok itu terdiri atas 4 orang. Namun dari pengalaman orang lain satu kelompok itu bisa terdiri atas 5-8 orang. Semuanya tergantung dari jumlah peserta.
  2. Biasanya akan ada dua orang psikolog yang mengawasi jalannya diskusi. Mereka hanya akan memberi instruksi di awal dan memberi tahu apa yang harus kalian lakukan, setelah itu, mereka akan membebaskan kalian untuk menjalankan diskusi.
  3. Dalam diskusi itu kalian akan membahas sebuah artikel, judul artikelnya berubah-ubah tiap kali seleksi, mengikuti perkembangan berita saat ini. Term saya temanya mengenai KEPEMIMPINAN. Kebetulan waktu itu lagi gencar-gencarnya berita tentang pemilihan presiden. Nah kalau term sebelumnya katanya membahas tentang MINERBA. 
  4. Nah setelah kalian membaca artikel itu dalam waktu beberapa menit, kalian lalu akan membahas pertanyaan yang berada di akhir wacana dalam artikel itu. Bagaimana cara kalian mendiskusikannya? Nah di situlah para psikolog akan menilainya.
  5. Jangan mendominasi jalannya diskusi. Kalian tidak harus memiliki moderator dalam diskusi tersebut, karena semua orang harus bersuara, kalau hanya diam, bagaimana cara psikolog itu bisa menilai karakter kalian. Nah, tips bagi kalian yang tidak terlalu bisa berbicara di depan orang banyak atau mungkin stuck dengan tema diskusinya, kalian bisa menawarkan diri menjadi Notulen. Tugasnya hanya menulis poin-poin penting dari hasil diskusi kemudian mencatat jawaban atas pertanyaan di akhir wacana artikel. 
  6. Meskipun kalian adalah notulen, bukan berarti kalian tidak berbicara. Selain membahas tentang poin-poin apa yang harus kalian catat, berikanlah sedikit ide kalian tentang artikel yang sedang kalian dibahas. Tidak harus panjang, yang penting berisi dan sesuai dengan tema. 
  7. Bila seandainya sudah benar-benar stuck, kalian bisa menjadi penengah dalam diskusi, misalnya kalian meminta pendapat teman kalian yang menurut kalian pendiam atau kurang berpartisipasi dalam kegiatan diskusi. Kalian juga bisa membahas ide teman kalian kemudian membahas apakah sudah sesuai dengan yang diinginkan ataukah tidak dan mulailah menyampaikan solusi atau ide lain. 
  8. Pergunakan bahasa yang sopan dan mudah dimengerti. Tidak menyela pembicaraan teman apalagi sampai mengejek dan menjatuhkannya. Bermainlah dengan cantik dan sabar.
Akhir kata, 
SE MA NGAT! 
and
DON'T STOP DREAMING!



Regards,

Auliya Sahril 
LPDP Batch 20

Any questions so far? Please email me ! ^^


Salam,

Malam ini, berhubung saya lagi rajin dan mau berbagi ilmu khususnya bagi yang mau belajar Bahasa Inggris. Saya mau bahas tentang penggunaan kata "stop" yang diikuti oleh "infinitive" atau "gerund".

So first of all, kita harus tahu dulu apa bedanya kedua kalimat ini?

1. I stopped to think about you
2. I stopped thinking about you
Jadi apakah kedua kalimat ini berbeda? Kelihatannya sih mirip ya, tetapi sebenarnya tidak sama. Mari kita bahas perbedaannya:
1. Kalimat pertama menggunakan to infinitive (to think) sementara kalimat kedua menggunakan     gerund (thinking).
2. Secara makna sudah pasti berbeda. Baca penjelasan kalimat nomor 1 dan nomor 2 pada point berikutnya!
3. Kalimat pertama dapat dijelaskan seperti ini: Terdapat 3 hal yang dilakukan: 1. Apa yang anda kerjakan saat ini, misalnya "type" (mengetik). 2. Anda berhenti dari pekerjaan anda saat ini, jadi "stop typing" (berhenti mengetik), lalu 3. think about you (memikirkamu). Jadi intinya, anda berhenti mengetik untuk memikirkanmu.
4. Kalimat kedua dapat dijelaskan seperti ini: Terdapat 2 hal yang dilakukan: 1. Saat ini Anda sedang memikirkan kamu. (thinking about you), 2. lalu kemudian anda berhenti berpikir. (Stop thinking)
Bagaimana sudah mengerti?

Lihat contoh lainnya!

"I stopped to say hi."
Penjelasannya adalah:
1. Bisa jadi saat ini Anda sedang berjalan (Walking)
2. Tiba-tiba Anda berhenti berjalan (stop walking)
3. dan terakhir Anda mengatakan Hi pada seseorang yang anda temui. (Say hi)

Kesimpulannya, "Anda behenti (dari aktivitas anda saat ini) untuk mengucapkan hai.

bagaimana dengan ini:
"I stopped saying hi."
Penjelasannya adalah:
1. Mungkin saat ini anda sedang mengucapkan hai pada orang-orang. (Saying hi)
2. Lalu kemudian anda memutuskan untuk behenti mengucapkan hai. (Stop saying hi)

Kesimpulannya "Anda tadinya sedang mengucapkan hai, lalu memutuskan untuk berhenti melakukannya".

Jadi bagaimana? Sudah mengerti? Belum? Kalau belum nonton saja langsung dari pakarnya! Hehehe.


Anyway, thanks for reading guys! Semoga bermanfaat! Jangan lupa untuk follow dan share blog ini ke teman-teman kalian. Terimakasih ^^

Salam,

Kali ini saya akan menceritakan pengalaman lain saya ketika mengikuti wawancara dan LGD yang dilaksanakan oleh LPDP. Pengalaman lucu saya ketika mengikuti wawancara sudah saya share di postingan sebelumnya. 

Setelah membaca postingan itu kalian mungkin akan berpikir bahwa interviewernya LPDP kocak, kepo, atau apalah. Tapi yang sebenarnya, itu salah satu cara mereka untuk mengetahui karakter kalian lebih jauh, selain itu mereka berupaya untuk menghilangkan kegugupan kalian.

Well, langsung saja saya akan memberikan kalian beberapa tips saat mengikuti wawancara LPDP:
  1. Memasuki ruangan pasang senyum termanis kalian, simpan tas kalian di bawah kursi anda (bila ada) jangan dipangku karena akan sangat mengganggu. Sebelum duduk, ucapkan salam dan jabat tangan semua interviewer, atau katupkan kedua tangan kalian di depan dada kalian bagi yang tidak ingin berjabat tangan. Ingat, pasang senyum kalian yang termanis. Jangan tunjukkan kegugupan kalian barang sedikit pun, rileks saja karena mereka tidak akan memakan kalian. Hehehe.
  2. Perkenalkan diri kalian ketika diminta dengan jelas. Jawab pertanyaan dengan jujur. Jangan sekali-sekali berbohong karena mereka akan tahu. Jangan terlalu sering menunduk atau melihat arah lain. Tatap interviewer yang sedang mewawancarai kalian. Tetap senyum.
  3. Sebelum wawancara, pastikan kalian telah mengenal dengan baik mengenai kampus pilihan kalian, misalnya jurusan apa, kualitas pendidikannya, mengapa memilih jurusan itu, kenapa memilih kampus itu dan bukannya kampus lain, ceritakan semua kelebihan jurusan dan kampus kamu dibandingkan kampus lainnya. Bila kalian memilih kampus luar negeri, ceritakan pula bagaimana lingkungan dan karakter orang-orang di sana, apakah kalian yakin bisa bertahan di lingkungan baru, apakah kalian yakin bisa beradaptasi, dsb. Tunjukkan bahwa kalian memang sanggup dan bisa.
  4. Mungkin beberapa pertanyaan akan sulit kalian jawab, misalnya tentang masalah keluarga, tidak banyak yang akhirnya menangis karena dipaksa bercerita tentang keluarganya. Keep calm! Semua itu sudah jadi bagian dari skenario, dan kalian tidak perlu takut menceritakan mengenai keluarga kalian. Misalnya bagi kalian yang tidak bisa bersekolah di luar negeri karena keluarga melarang, berikan alasan yang logis tanpa menunjukkan kelemahan kalian.
  5. I love Indonesia. Tunjukkan bahwa kalian memang benar-benar mencintai tanah air. Kalian melanjutkan sekolah karena apa? Jangan tunjukkan keegoisan anda dengan mengatakan bahwa saya melanjutkan sekolah karena sekarang sangat sulit mendapatkan kerja dan saya butuh pendidikan yang lebih tinggi. No, they won't respect you because of such answer. Alangkah lebih baik bila kalian menunjukkan bahwa dengan kalian melanjutkan sekolah ke jenjang lebih tinggi maka kalian bisa membantu dalam pembangunan Indonesia, mengharumkan nama Indonesia dengan membuat perbaikan dalam hal apa, membantu memperbaiki sumber daya manusia, atau lebih bagus lagi bila kalian bisa menciptakan lapangan kerja. Ingat, kalian S2 atau S3 bukan hanya untuk diri kalian sendiri tetapi untuk Indonesia yang lebih baik.
  6. Rencana Thesis kalian. Ini sudah pasti akan ditanyakan. Beberapa dari kalian mungkin akan memilih untuk coursework/taught programme khusus untuk yang ke LN dan artinya kalian tidak akan membuat thesis di akhir studi kalian.Tetap jelaskan alasan logis kalian mengapa memilih program tersebut, jangan berbohong ya! Kemudian bagi yang DN sudah pasti akan membuat Thesis. Kuasai dengan baik rencana thesis kalian, dan pastikan penelitian kalian bermanfaat untuk Indonesia.
  7. Tetap rileks till the end of the interview. Yakinkan mereka bahwa kalian memang pantas menerima beasiswa tersebut. Bila interviewer mengucapkan cukup sekian, jangan lupa mengucapkan terima kasih. Tetap tersenyum. Dan jangan lupa menjabat tangan mereka satu per satu.

Sekian dulu ya tentang tips wawancaranya. Ada pertanyaan? Silakan kirim pesan ke IG: @auliyasahril atau meninggalkan pesan di kolom komentar dengan menyertakan alamat email kalian. Terimakasih! ^^v


Thank you for reading guys.

Regards,
Auliyanti Sahril Nurfadhilah
Awardee LPDP Batch 20

Belum juga kuliah, sudah galau duluan!

Ceritanya saya daftar taught programme di University of Leeds - TESOL Studies, tapi disaranin ambil master by research sama ketiga Bapak yang wawancara saya pas seleksi LPDP kemarin.

Ada yang tahu tidak? Memangnya yang master taught programme tidak bisa disetarakan ijazahnya ya dengan S2 di Indonesia dengan alasan taught programme tidak pakai thesis?

Setelah sekian lama galau, akhirnya saya mendapatkan jawaban dari pertanyaan ini dari berbagai sumber. Salah satunya dari Ibu Ratna, salah satu pengurus LPDP. Beliau mengatakan bahwa baik taught programme (coursework) ataupun master by research akan disetarakan dengan S2 (master) yang ada di Indonesia. So don't worry! Go ahead! Yang harus kalian pahami bahwa di Inggris memang kebanyakan kuliah master itu hanya satu tahun namun di dalamnya sudah including research atau small research sebagai tugas akhir kalian. Jumlah kreditnya sama atau tidak jauh berbeda dengan jumlah kredit pada perguruan tinggi yang mewajibkan kuliah selama 1,5 ataupun 2 tahun.

Updated 1 July 2018

Setelah lulus dari perkuliahan di Inggris, saya pulang dengan membawa ijazah master. Saya tidak langsung pulang karena harus membawa ijazah saya dulu ke Kemdikbud untuk disetarakan. Sebulan kemudian, saya mendapatkan email konfirmasi bahwa ijazah saya telah selesai disetarakan. Daaaannn, dengan demikian sudah dapat dipergunakan untuk melamar kerja di instansi apa saja yang berada di bawah naungan Pemerintah Indonesia.

Kesimpulannya, baik itu taught progamme ataupun research, ijazahnya akan sama-sama dapat diseterakan setara dengan master. Jadi tidak perlu khawatir ya, guys.

Any question so far, don’t hesitate to leave the comment below. Share this post kalau menurut kalian bermanfaat. Jangan luba subscribe to this blog! Thank You

Regards,

Auliya Sahril
Awardee LPDP Batch 20

Salam Garuda Emas Indonesia,

Mengawali tulisan ini, saya ingin mengatakan bahwa "tidak ada satupun hal di dunia ini yang sulit dikerjakan apabila kita memiliki keinginan dan motivasi yang kuat untuk mencapainya". Mulailah dengan bermimpi, karena mimpi itulah yang akan menguatkan kalian untuk mencapai sesuatu yang kalian inginkan.

Saya termasuk orang yang selalu bermimpi, saya bermimpi bersekolah di Inggris (Alhamdulillah, I graduated already). Saya dulu bermimpi bersekolah di Jepang (cita-cita anak SMA), saya bermimpi menjadi seorang Dosen (cita-cita sejak SD hingga sekarang), dan saya juga bermimpi bahwa suatu saat Indonesia akan menjadi negara maju (Amin).

*Jadi mulailah sesuatu dengan tekad bahwa kalian bisa menjadi seperti yang kalian inginkan.

Well, sekarang kita masuk ke dalam inti tulisan saya kali ini. Yaitu, persiapan pendaftaran beasiswa LPDP.
Bagi kalian yang belum pernah mendengar beasiswa ini sebelumya, ini adalah website resmi penyedia beasiswa tersebut. Beasiswa ini disebut Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI)

Website Resmi LPDP

Beasiswa ini memberikan beberapa jenis beasiswa.
1. Beasiswa Magister dan Doktor
2. Beasiswa Tesis dan Disertasi
3. Besiswa Afirmasi
4. Beasiswa Spesialis Kedokteran
5. Presidential Scholarship

Info lebih lanjut mengenai beasiswa tersebut, ada baiknya kalian langsung mengunjungi website resminya. (Hehehe)

Hmm, oh iya saya sendiri mendaftar beasiswa Magister dan Doktor, istilahnya jalur reguler.
Persyaratan khusus untuk Magister Luar Negeri
1. IPK minimal 3,00 (pada skala 4)
2. Usia maksimal 35 tahun
3. IELTS minimal 6,5/ iBT minimal 79
4. Menulis 2 Essai (1. Peranku Bagi Indonesia, 2. Sukses Terbesar dalam Hidupku)
5. Membuat Rencana Studi
6. Surat Rekomendasi dari Dosen Universitas sebelumnya, atau dari tokoh masyarakat sekitar tempat tinggal, atau bagi yang sudah bekerja meminta rekomendasi dan surat izin dari atasan.
7. LOA (bila ada) dari universitas 200 terbaik di dunia.
8. Hasil Tes TBC
9. Keterangan Berbadan Sehat

Selengkapnya baca di sini saja ya:
Persyaratan Beasiswa Magister dan Doktor (LPDP)

Pada saat sesi wawancara kemarin, sebagian besar teman saya adalah peserta beasiswa afirmasi, beasiswa afirmasi sendiri dibagi ke dalam beberapa macam, ada bagi yang tinggal di daerah terpencil, ada bagi yang berprestasi, dan ada pula untuk anak-anak yang pada saat S1 memperolah beasiswa bidik misi. Sementara yang paling sulit persyaratannya adalah Presidential Scholarship, karena kalian tidak hanya harus memiliki nilai TOEFL atau IELTS yang tinggi, tetapi juga harus mendapatkan LOA (Letter of Acceptance) dari Universitas yang menduduki peringkat 50 terbaik di dunia.

Nah, selanjutkan saya akan fokus pada Beasiswa Magister saja khususnya yang ingin kuliah di Luar Negeri.
Beberapa saran yang bisa saya berikan adalah sebagai berikut:
1. Usahakan nilai skor TOEFL kalian di atas 550, kalau skor IELTS 6,5 menurut saya sudah lumayan tinggi. (Ingat, skor kalian harus sesuai dengan kemampuan berbahasa kalian. Bila skor kalian terlalu tinggi, namun pada saat wawancara kalian tidak dapat menjelaskan apapun dalam bahasa Inggris dengan baik, maka niscaya ini yang akan membuat kalian jatuh. Sering-seringlah berlatih berbicara dalam Bahasa Inggris). Jangan coba-coba mendapat skor TOEFL/IELTS dengan cara curang (pakai Joki atau request nilai), LPDP telah mendeteksi semua pendaftar yang mencoba mendaftar dengan TOEFL palsu. Ingat LPDP mencari calon pemimpin yang jujur bukan yang menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya.

2. Essai pertama (Peranku Bagi Indonesia), pada essai ini fokuslah pada hal-hal yang telah kalian lakukan selama ini untuk Indonesia. Misalnya bagi kalian yang aktif dalam organisasi, sebutlah beberapa kegiatan yang berhubungan dengan masyarakat yang pernah kalian lakukan. Ini juga sering kali ditanyakan pada saat sesi wawancara. Kemudian kalian juga dapat menjelaskan, saat ini kalian berperan sebagai apa untuk Indonesia, dan harapan kalian di masa yang akan datang akan menjadi seperti apa, dan berguna sebagai apa untuk Indonesia, apa manfaat yang akan dirasakan oleh Indonesia apabila kalian mendapatkan beasiswa ini. Pastikan kalian menulis esai sesuai dengan kenyataan yang ada. (Contoh Esai bisa dibaca di sini!)

3. Essai kedua (Sukses terbesar dalam Hidupku), pada essai ini kalian bisa mengutarakan opini kalian mengenai makna kesuksesan. Gunakan kata-kata sendiri, bila perlu mengutip kata-kata orang lain sertakan juga sumber kalimatnya, apakah dibaca di internet atau buku, dsb. Setelah itu kalian menjelaskan dari makna itu, apakah kalian sudah pernah merasakan menjadi orang yang sukses, atau merasa bahwa kalian telah sukses dengan cara apa, kalian bisa mencoba menjelaskan tentang bentuk-bentuk pencapaian kalian selama ini, atau apa saja yang berkaitan dengan kesuksesan. Sebisa mungkin, tunjukkan bahwa kalian adalah orang yang memiliki motivasi yang kuat untuk menjadi orang yang sukses. Amin. Pastikan kalian menulis essai sesuai dengan kenyataan yang ada. (Contoh Esai bisa baca di sini!)

4. Rencana Studi. Bagian ini juga seringkali dipertanyakan pada sesi wawancara. Pada bagian pertama kalian bisa mengawali dengan perkenalan singkat, penjelasan mengenai jurusan yang kalian pilih pada jenjang sebelumnya, misalnya mengapa kalian kuliah pada jurusan ini, pengalaman apa saja yang telah kalian dapatkan berkaitan dengan jurusan kalian, kemudian mengapa kalian tertarik untuk melanjutkan ke jenjang selanjutnya, apa manfaatnya bagi kalian dan apa manfaatnya bagi masyarakat, apa rencana kalian setelah menyelesaikan kuliah. Kalian juga perlu menjelaskan kampus yang dituju, mengapa kalian memilih kampus tersebut, jelaskan kelebihannya, apa yang kalian tahu tentang kampus itu, kemudian jurusan apa yang kalian pilih, mengapa mengambil jurusan itu. Apa gunanya buat karir kalian nanti.Selain itu, apabila kalian berencana untuk mengambil master by research, alangkah lebih baiknya kalian juga menjelaskan sedikit mengenai topik penelitian kalian, mengapa memilih topik itu, dan apa manfaatnya bagi Indonesia.

5. LOA. Sebenarnya LOA tidak harus ada pada saat pendaftaran, tetapi sangat disarankan untuk memilikinya sehingga kalian tidak perlu susah-susah lagi nantinya. LOA harus unconditional (tanpa syarat).

6. Pendaftaran. Pendaftaran dilakukan secara online, isi data dengan teliti (Jangan sampai salah input data, khususnya pada saat pengisian awal). Karena beberapa data tidak dapat diedit lagi bila telah terlanjur tersimpan. Sertakan foto terbaru kalian untuk diupload. Data yang kalian isi harus sesuai dengan kenyataan. Karena seringkali, ini yang membuat peserta jatuh pada saat sesi wawancara.

7. Esai on the Spot. Ini baru berlaku setahun terakhir sepertinya. Jadi pada saat wawancara, akan dilaksanakan pula tes membuat esai. Kalian akan diberikan tema di sana dan waktu untuk mengerjakannya. Sering-seringlah berlatih menulis di rumah juga membaca berita-berita yang lagi hangat di Indonesia. Anyway, saya tidak tahu pasti temanya karena angkatan saya belum ada tes ini. Mungkin bisa ditanyakan kepada angkatan-angkatan yang baru lulus seleksi.

(Untuk sesi wawancara akan saya jelaskan pada postingan berikutnya ya, guys. Baca di sini: Tips Mengikuti Wawancara Beasiswa LPDP. Terimakasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar bila ada yang ingin ditanyakan.)

Kunci sukses ada di tangan kalian masing-masing. Ucapkan Bismillah, kirim berkasnya, dan tawakkal. Berdoa seusai beribadah, dekatkan diri kepada Allah, hindari penyakit hati, sering-sering beristighfar, sering-sering mengucapkan syukur. Insya Allah, Allah akan menunjukkan jalan yang terbaik bagi kita. Amin.

Ada pertanyaan? Silakan kirim pesan di IG saya @auliyasahril atau meninggalkan pesan di kolom komentar dengan menyertakan alamat email kalian. Terimakasih! ^^v

NB: TENTANG ESAI SILAKAN BACA DI POSTINGAN TERBARU SAYA MENGENAI LPDP! TERIMAKASIH!

Auliya Sahril
Awardee LPDP Batch 20